PUPR Kalsel Bahas Rehabilitasi 10 Ruang Operasi RSUD Ulin, Gunakan Skema Design and Build

 


SOALKALSEL.COM, BANJARMASIN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat koordinasi terkait rencana rehabilitasi ruang operasi di RSUD Ulin Banjarmasin, Jumat (13/3/2026).


Rapat dipimpin Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib dan dihadiri Direktur RSUD Ulin Banjarmasin dr. Among Wibowo, perwakilan Biro Hukum, Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, tim pengelola teknis, tenaga ahli hukum, serta jajaran pejabat RSUD Ulin.


M. Yasin Toyib menjelaskan rapat tersebut membahas dua agenda utama terkait persiapan rehabilitasi ruang operasi di rumah sakit rujukan tersebut.


“Pertama terkait penetapan metode Design and Build, yang mencakup desain dan pembiayaan. Kedua membahas DKPPK, yaitu persyaratan teknis yang nantinya akan dituangkan dalam dokumen tender,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa berdasarkan hasil rapat, metode pembangunan yang dipilih adalah skema Design and Build setelah melalui berbagai pertimbangan serta pemenuhan kriteria teknis yang diperlukan.


“Alhamdulillah hasilnya sudah kita pastikan menggunakan Design and Build dengan kriteria yang sudah dipenuhi. Sementara untuk DKPPK akan kita lanjutkan pembahasannya agar lebih rinci, termasuk spesifikasi barang maupun merek yang akan digunakan dalam pembangunan kamar operasi,” jelasnya.


Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan menyiapkan draft surat penetapan metode Design and Build untuk diajukan kepada Muhidin.


“Nanti kita akan membuat draft surat penetapan. Setelah dikoreksi oleh Biro Hukum, akan kita sampaikan kepada Bapak Gubernur untuk ditandatangani. Selanjutnya kita masuk ke tahap penyusunan dokumen lelang atau tender,” tambahnya.


Sementara itu, dr. Among Wibowo mengatakan koordinasi antara pihak rumah sakit dan Dinas PUPR berjalan baik serta menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk kelanjutan proses rehabilitasi ruang operasi.


“Alhamdulillah melalui koordinasi ini sudah ada beberapa kesepakatan untuk proses tindak lanjut renovasi kamar operasi,” ujarnya.


Ia menjelaskan rencana renovasi akan dilakukan pada 10 ruang operasi yang berada di Gedung Aster lantai 5 RSUD Ulin.


“Kamar operasi yang direncanakan direnovasi ada 10 ruang, yang berada di Gedung Aster lantai 5,” jelasnya.


Among memastikan selama proses renovasi berlangsung pelayanan operasi kepada pasien tetap berjalan dengan pengaturan lokasi operasi sementara.


“Selama proses pelaksanaan renovasi di kamar operasi Gedung Aster, kegiatan operasi akan kita alihkan sementara ke kamar operasi yang berada di Gedung IGD lantai 5,” katanya.


Ia berharap proses rehabilitasi ruang operasi tersebut dapat berjalan lancar sehingga nantinya fasilitas baru dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.


“Harapan kami semoga kegiatan ini berjalan lancar dan sukses, sehingga nantinya fasilitas kamar operasi yang baru dapat difungsikan secara optimal untuk masyarakat,” pungkasnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama