SOALKALSEL.COM, JAKARTA - Kehadiran Dermaga Pasar Terapung di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tak hanya menarik sebagai destinasi wisata, tetapi juga memberi dampak positif bagi dunia pendidikan.
Salah satu pengunjung, Tri Purwanti, menilai wahana tersebut menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mengenalkan budaya lokal kepada siswa.
“Ini sangat menyenangkan dan menambah wawasan anak-anak tentang tradisi Kalimantan Selatan. Tidak perlu jauh-jauh ke sana, cukup ke TMII sudah bisa belajar banyak,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, antusiasme siswa terlihat tinggi selama kunjungan. Mereka tidak hanya tertarik pada aktivitas jual beli di pasar terapung, tetapi juga ingin memahami lebih dalam aspek budaya yang menyertainya.
Siswa bahkan menunjukkan ketertarikan terhadap istilah-istilah dalam bahasa daerah Banjar yang digunakan dalam aktivitas pasar.
Melihat hal tersebut, Tri mendorong agar pengembangan kawasan dermaga ke depan lebih memperkuat unsur edukasi. Ia mengusulkan adanya papan informasi yang menjelaskan istilah khas, seperti sebutan penjual, pembeli, hingga jenis transaksi dalam budaya pasar terapung.
Selain itu, visualisasi kehidupan sehari-hari masyarakat sungai juga dinilai penting untuk memberikan gambaran budaya yang lebih utuh kepada para pelajar.
“Tadi anak-anak juga bertanya tentang istilah dalam bahasa daerah. Jadi ini bisa jadi tambahan pengetahuan yang sangat menarik,” tambahnya.
Dengan potensi tersebut, Dermaga Pasar Terapung di TMII diharapkan tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga berfungsi sebagai ruang belajar terbuka atau “perpustakaan hidup” yang memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Nusantara di tengah ibu kota.

Posting Komentar