SOALRAKYAT.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi terhadap pameran seni rupa bertajuk Kuda Cahaya karya perupa Hajriansyah yang digelar di UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan.
Pameran ini dinilai tidak hanya menjadi ajang menampilkan karya visual, tetapi juga ruang refleksi yang sarat makna filosofis dan religius.
Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, Suharyanti, saat meninjau pameran menyampaikan kekagumannya terhadap karya-karya yang ditampilkan. Ia menilai atmosfer pameran menghadirkan nuansa spiritual yang kuat bagi para pengunjung.
“Begitu kita masuk, kita disuguhi kaligrafi-kaligrafi yang memberi makna sebuah zikir. Ini mengingatkan kita bahwa kita harus selalu ingat kepada Tuhan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, tema Kuda Cahaya memiliki filosofi mendalam. Kuda dimaknai sebagai simbol kekuatan dan perjalanan panjang para perupa di Kalimantan Selatan, sedangkan cahaya menjadi metafora harapan sekaligus eksistensi seni rupa lokal agar terus bersinar.
Melalui pameran ini, Taman Budaya Kalsel juga menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan ruang berekspresi bagi para perupa lokal. Pameran tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seniman lain untuk berani mempublikasikan karya mereka kepada masyarakat luas.
“Harapan kami bagi perupa lain, kami selalu memberikan ruang agar mereka tetap terfasilitasi. Dengan adanya pameran ini, kita bisa terus mendapat inspirasi,” tambah Suharyanti.
Sementara itu, Hajriansyah mengungkapkan bahwa pameran tunggal ke-7 yang digelarnya sejak 2007 ini mengusung figur kuda sebagai tema utama. Ia mengajak pengunjung tidak hanya melihat bentuk visual, tetapi juga menyelami makna filosofis yang terkandung di dalamnya.
“Kuda dalam karya-karya ini bukan sekadar visualisasi hewan, tetapi metafora kehidupan. Ia menjadi simbol pengalaman, pikiran, dan perasaan yang saya jalani dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kritik sosial serta makna cahaya sebagai pengetahuan dan hasrat jiwa manusia,” jelasnya.
Dalam pameran tersebut, Hajriansyah menampilkan 19 lukisan dan dua karya instalasi dengan pendekatan surrealis-ekspresionis yang menghadirkan visual ekspresif dan emosional.
Ia juga memberikan kebebasan kepada penikmat seni untuk menafsirkan setiap karya yang dipamerkan sebagai ruang dialog dan refleksi.
“Pesan utama dari pameran ini adalah memberikan ruang refleksi bagi penonton untuk melihat kembali ke dalam diri mereka masing-masing,” katanya.
Melalui Kuda Cahaya, Hajriansyah berharap pameran ini dapat turut menghidupkan ekosistem seni rupa Kalimantan Selatan serta melahirkan gagasan-gagasan baru bagi kemajuan budaya daerah.

Posting Komentar