SOALRAKYAT.COM, BANJARMASIN – Kunjungan tim peneliti gemologi internasional dari Prancis ke Kalimantan Selatan tidak hanya berfokus pada penelitian lapangan di kawasan pertambangan dan perdagangan intan, tetapi juga menyoroti aspek sejarah dan edukasi melalui kunjungan ke Museum Lambung Mangkurat.
Kunjungan yang berlangsung dalam rangkaian penelitian pada 26 April hingga 2 Mei 2026 tersebut dilakukan oleh tim dari Laboratoire de Gemmologie yang dipimpin Agatha Cristol.
Rombongan turut didampingi Badan Pengelola Geopark Meratus, Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan.
Plt. Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat, Raudati Hildayati, mengatakan bahwa kunjungan ini dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman terkait sejarah geologi, budaya, serta perkembangan industri intan di Kalimantan Selatan.
“Berbagai koleksi museum ditinjau, terutama artefak yang menggambarkan hubungan masyarakat lokal dengan kekayaan alam, khususnya intan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan, kunjungan tersebut juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara peneliti internasional dan pengelola museum. Diskusi interaktif yang dilakukan membahas karakteristik geologis intan Kalimantan yang memiliki keunikan tersendiri serta potensi pengembangan studi gemologi berbasis warisan lokal.
Pihak museum menyambut positif kunjungan ini karena dinilai memperkuat peran Museum Lambung Mangkurat sebagai pusat edukasi dan referensi ilmiah, baik bagi masyarakat lokal maupun peneliti mancanegara.
Selain kunjungan ke museum, rangkaian kegiatan tim peneliti juga mencakup peninjauan ke lokasi penambangan tradisional intan Cempaka, tempat pengolahan, hingga pasar intan. Aspek historis dan edukatif dari museum dinilai memberikan perspektif yang lebih komprehensif terhadap penelitian yang dilakukan.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang lebih luas antara institusi lokal dan komunitas ilmiah internasional dalam pengembangan studi gemologi, khususnya terkait potensi serta warisan intan Kalimantan Selatan.

Posting Komentar