SOALKALSEL.COM, KALSEL – Kabar mengejutkan datang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Melalui surat resmi tertanggal 20 April 2026, Kemenpora memutuskan membatalkan penyelenggaraan Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Pra POPNAS) 2026.
Surat tersebut telah disampaikan kepada seluruh dinas yang membidangi olahraga di provinsi se-Indonesia.
Pembatalan ini berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran nasional. Mengacu pada surat Kementerian Keuangan, alokasi dana untuk pelaksanaan Pra POPNAS tahun ini dinyatakan tidak tersedia.
Tak hanya itu, Kemenpora juga menginstruksikan penghentian sementara kegiatan pembinaan Sentra Pembinaan Olahraga Berprestasi Nasional (SPOBNAS) di seluruh provinsi. Pengelola daerah diminta melakukan evaluasi serta penyesuaian kembali terhadap Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan pembinaan atlet pelajar tetap berjalan. Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Selatan (Dispora Kalsel), langkah alternatif langsung disiapkan agar proses pembinaan tidak terhenti.
Kepala Seksi Pembibitan dan Tenaga Keolahragaan Dispora Kalsel, Rijal Hamid, menegaskan bahwa pembatalan Pra POPNAS tidak akan mengganggu agenda pembinaan di daerah.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tetap akan melaksanakan POPDA sebagai ajang seleksi bagi para pelajar yang telah berlatih selama beberapa tahun,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) pun disiapkan sebagai ajang pengganti sekaligus seleksi resmi di tingkat provinsi. Dengan demikian, para atlet pelajar tetap memiliki panggung untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Lebih jauh, Dispora Kalsel juga mengalihkan fokus pembinaan ke target jangka panjang, yakni menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2027 mendatang.
“Pembinaan harus tetap berjalan. Kami akan terus mempersiapkan atlet-atlet untuk POPNAS 2027. Atlet yang sudah masuk dalam cabang olahraga POPDA akan tetap kami perjuangkan agar bisa bertanding,” tegas Rijal.
Langkah Dispora Kalsel ini menjadi sinyal kuat bahwa komitmen pembinaan atlet pelajar di Bumi Lambung Mangkurat tidak surut meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran nasional. Para atlet muda tetap memiliki harapan, panggung, dan masa depan untuk terus berprestasi.

Posting Komentar