Gubernur Muhidin Lantik Pengurus BAZNAS Kalsel, Tekankan Penyaluran Zakat Tepat Sasaran

 


SOALKALSEL.COM, BANJARMASIN - Muhidin resmi melantik pengurus Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kalimantan Selatan di Mahligai Pancasila, Jumat (8/5/2026).


Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan lembaga amil zakat di Kalimantan Selatan dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Dalam sambutannya, Muhidin menyoroti pentingnya ketepatan distribusi dana zakat dengan berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Ia menekankan perlunya akurasi data penerima manfaat atau mustahik agar dana zakat benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.


“Saya berharap kehadiran pengurus yang baru mampu membawa inovasi dalam penghimpunan maupun penyaluran zakat, infak, dan sedekah secara lebih transparan dan akuntabel,” ujarnya.


Menurutnya, BAZNAS Kalsel tidak hanya berfungsi sebagai lembaga administratif, tetapi juga harus menjadi motor penggerak ekonomi syariah yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.


“Pelantikan BAZNAS ini sempat tertunda selama dua hingga tiga bulan. Kini setelah resmi dilantik, kita berharap pengurus dapat langsung tancap gas menjalankan program-program strategisnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kalsel yang baru, Ilham menegaskan komitmen pihaknya untuk memperketat pengawasan distribusi zakat, baik untuk program konsumtif maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Menurutnya, seluruh dana zakat harus disalurkan sesuai ketentuan syariat kepada delapan golongan penerima zakat atau asnaf.


“Pak Gubernur Kalimantan Selatan telah mengingatkan, jangan sampai penyaluran dana zakat itu salah sasaran. Artinya, memang betul-betul dana zakat itu diperuntukkan kepada mustahik yang berhak menerimanya,” tegas Ilham.


Pada tahun 2026, BAZNAS Kalsel menargetkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah sebesar Rp75 miliar. Hingga saat ini, realisasi pengumpulan dana telah mencapai sekitar 39 persen.


Ilham mengakui adanya keterlambatan pencapaian target akibat masa transisi kepengurusan, namun pihaknya optimistis target tersebut dapat dikejar dalam beberapa bulan ke depan.


“Kami akan kejar target itu dalam beberapa bulan ini, paling tidak 80 sampai 90 persen terpenuhi dari target pusat sebesar 75 miliar rupiah,” pungkasnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama