KJRI Melbourne Perkuat Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia Lewat Konferensi VILTA 2026

 


SOALKALSEL.COM, VICTORIA – Konsulat Jenderal Republik Indonesia Melbourne bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia Canberra menghadiri 2026 VILTA Annual Conference yang diselenggarakan Victorian Indonesian Language Teachers Association di Victoria, Australia, Jumat (8/5/2026).


Konferensi bertema Hubungan Erat dan Hormat tersebut diikuti sekitar 125 peserta yang terdiri atas guru Bahasa Indonesia, akademisi, mahasiswa, organisasi pendidikan, hingga mitra pendidikan Indonesia–Australia.


Kegiatan ini menjadi forum penting dalam memperkuat jejaring sekaligus pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia, khususnya di Victoria yang masih menjadi salah satu wilayah dengan dukungan kuat terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia.


Berdasarkan laporan The State of Languages Education in Australia: Provision and Participation 2024 dari Australian Federation of Modern Language Teachers Associations, Bahasa Indonesia masih menjadi salah satu bahasa utama yang dipelajari di Australia dengan sekitar 127.649 pelajar.


Namun, jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 25 persen dibandingkan tahun 2025 dan menghadapi tantangan dalam mempertahankan keberlanjutan pembelajaran hingga tingkat akhir sekolah menengah.


Victoria tercatat memiliki posisi relatif lebih kuat dibanding rata-rata nasional dengan proporsi sekitar 15 persen dari seluruh pembelajar bahasa di sekolah pemerintah.


Pada sesi pembukaan, Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania, Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo menekankan pentingnya penguatan hubungan pendidikan dan budaya Indonesia–Australia melalui pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah Australia.


Sementara itu, Atdikbud KBRI Canberra, Yuli Rahmawati memperkenalkan sejumlah program dukungan Bahasa Indonesia di Australia, seperti Indonesian Language Teaching Assistant, Indonesian Goes to School, School Visit to KBRI Canberra, hingga Australian Congress for Indonesian Language.


Konferensi juga menghadirkan Associate Professor Michael Hatherell dari Deakin University sebagai pembicara kunci. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya pembelajaran bahasa sebagai sarana membangun empati dan pemahaman budaya di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.


Menurutnya, pembelajaran Bahasa Indonesia perlu dikembangkan melalui pendekatan storytelling, sastra, film, dan eksplorasi identitas budaya masyarakat Indonesia.


Selain itu, sesi panel bersama Australia Indonesia Youth Association dan alumni Monash University turut menyoroti pentingnya kunjungan pelajar ke Indonesia untuk meningkatkan motivasi belajar Bahasa Indonesia.


Peserta konferensi juga mengusulkan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif melalui film, musik, budaya populer Indonesia, kuis, media digital, serta metode pembelajaran yang lebih menyenangkan.


KJRI Melbourne turut menghadirkan sesi budaya bertajuk Cultural Experiences to Bridge Perspectives yang memperkenalkan budaya Indonesia melalui workshop angklung sebagai media penguatan pemahaman lintas budaya di sekolah-sekolah Australia.


Saat ini terdapat tujuh teaching assistants yang bertugas di Victoria dengan dukungan Department of Education Victoria, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, universitas mitra, serta KBRI Canberra.


Melalui partisipasi dalam konferensi ini, Indonesia memperkuat jejaring dengan komunitas guru Bahasa Indonesia di Australia sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas di bidang pendidikan, budaya, pertukaran pelajar, dan pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia secara berkelanjutan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama