Pemprov Kalsel Perkuat Ketahanan Sosial Lewat Pemberdayaan Keluarga Purna Bina

 


SOALKALSEL.COM, BANJARMASIN -
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong penguatan ketahanan sosial masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan keluarga purna bina sebagai upaya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan sosial secara berkelanjutan.


Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, M. Farhanie melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Gusnanda Effendi mengatakan keluarga memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial karena tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek utama dalam menciptakan ketahanan sosial di masyarakat.


“Pemberdayaan keluarga harus dilaksanakan secara berkelanjutan, terarah, dan berbasis pada potensi yang dimiliki masing-masing keluarga, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera,” ujar Gusnanda di Banjarmasin, Senin (11/5/2026).


Ia menjelaskan, sebanyak 30 peserta kegiatan merupakan keluarga cikal bakal penetapan wilayah Komunitas Adat Terpencil (KAT) sejak 2008 yang hingga kini belum mendapatkan pembinaan optimal dari Kementerian Sosial.


Menurutnya, kondisi tersebut disebabkan persoalan administratif Kecamatan Paramasan yang terbagi menjadi Paramasan Atas dan Paramasan Bawah.


“Paramasan Bawah masuk wilayah Kabupaten Banjar, sedangkan Paramasan Atas berada di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu. Kondisi ini menyebabkan jangkauan pembinaan dari Kementerian Sosial belum berjalan maksimal,” jelasnya.


Gusnanda menegaskan, dalam kegiatan tersebut peserta tidak menerima bantuan sosial secara langsung. Pemerintah lebih menitikberatkan pada penguatan kapasitas melalui pelatihan keterampilan dan fasilitasi kegiatan pendukung yang seluruh akomodasinya ditanggung pemerintah.


“Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas ini, diharapkan masyarakat mampu meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi keluarga,” katanya.


Ia menambahkan, berdasarkan hasil assessment dan penjajakan awal yang dilakukan Dinas Sosial Provinsi Kalsel, program pemberdayaan di wilayah Kabupaten Banjar akan dilaksanakan secara bertahap.


Karena itu, Dinas Sosial Kabupaten Banjar diharapkan dapat menyusun program lanjutan agar tercipta sinergitas, integrasi, dan kesinambungan program pemberdayaan masyarakat.


Menurut Gusnanda, keberlanjutan program sangat penting agar keluarga yang telah menerima intervensi kesejahteraan sosial dapat mencapai tingkat kemandirian tertentu dan tidak lagi menjadi sasaran utama bantuan sosial.


Meski demikian, keluarga purna bina tetap memerlukan penguatan dan pendampingan agar capaian yang telah diraih dapat terus berkembang.


“Keberadaan keluarga purna bina sangat penting karena selain menjadi indikator keberhasilan program, mereka juga diharapkan mampu menjadi contoh, motivator, dan penggerak di lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.


Ia menambahkan, kegiatan pemberdayaan tersebut sejalan dengan visi dan misi Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, yakni berkelanjutan, berbudaya, religius, dan sejahtera.


“Kegiatan pemberdayaan keluarga purna bina ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan agar intervensi yang telah diberikan sebelumnya dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama