Luar Biasa! Dosen Politala Raih Gelar Doktor IPB, Sulap Lahan Bekas Tambang Jadi Ladang Harapan

 


TANAH LAUT, SOALKALSEL.COM – Dedikasi panjang dalam dunia penelitian mengantarkan Dosen Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), Dr. Anton Kuswoyo, meraih gelar Doktor pada Program Studi Ilmu Nutrisi dan Pakan, IPB University.


Gelar akademik tersebut diraih melalui riset inovatif yang mengkaji pemanfaatan tanaman sorgum di lahan pascatambang batubara sebagai solusi rehabilitasi lingkungan sekaligus penguatan ketahanan pangan dan penyediaan pakan ternak.


Perjalanan penelitian Anton dimulai sejak 2023. Berangkat dari kondisi banyaknya lahan pascatambang batubara di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, ia melihat peluang besar untuk mengubah lahan yang selama ini dianggap tandus menjadi kawasan produktif melalui pendekatan ilmiah.


"Lahan pascatambang memang identik dengan kondisi kering, masam, miskin unsur hara, dan sulit dimanfaatkan. Namun dengan teknologi rehabilitasi tanah yang tepat, lahan tersebut masih memiliki potensi besar untuk dipulihkan dan dimanfaatkan kembali," ujar Anton, Minggu (5/7/2026).


Menurutnya, lahan bekas tambang tidak selayaknya dibiarkan menjadi kawasan mati. Melalui penerapan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi, kawasan tersebut dapat kembali menghasilkan nilai ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.


Dalam penelitiannya, Anton memanfaatkan kombinasi bahan pembenah tanah berupa asam humat, dolomit, dan kompos. 


Ketiga bahan tersebut terbukti mampu memperbaiki kualitas tanah dengan menurunkan tingkat keasaman, meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki struktur tanah, serta meningkatkan ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.


Hasilnya, lahan yang sebelumnya tidak produktif mampu menjadi media tanam yang ideal bagi sorgum.


 Tanaman tersebut menghasilkan biomassa berkualitas yang berpotensi menjadi hijauan pakan berenergi tinggi bagi ternak ruminansia, seperti sapi dan kambing.


Tak hanya itu, Anton juga memandang sorgum sebagai tanaman multiguna. Selain dimanfaatkan sebagai sumber hijauan pakan, biji sorgum memiliki potensi besar sebagai bahan pangan alternatif yang dapat mendukung diversifikasi pangan nasional.


Melalui disertasinya yang berjudul "Kajian Agronomi dan Nutrisi Sorgum Hijauan Pakan Berenergi Tinggi di Lahan Pascatambang Batubara sebagai Produk Unggulan Kalimantan Selatan", Anton sebelumnya juga berhasil meraih Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025.


Sidang Terbuka Promosi Doktor dilaksanakan pada Selasa (30/6/2026) di Aula Fakultas Peternakan IPB University. 


Penelitian lapangan dilakukan di area reklamasi pascatambang batubara milik PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam, Kabupaten Tanah Laut.


Dalam paparannya, Anton memaparkan tiga inovasi utama hasil risetnya, yakni pengembangan formulasi amelioran berbahan baku lokal berupa asam humat, dolomit, dan kompos, model rehabilitasi lahan melalui sinergi amelioran lokal, pupuk nitrogen dan fungi mikoriza arbuskula (FMA), serta pengungkapan mekanisme adaptasi tiga varietas sorgum terhadap berbagai perlakuan sebagai dasar penyusunan teknologi budidaya sorgum berkelanjutan.


Anton juga menyampaikan apresiasi kepada PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam yang telah memberikan dukungan penuh selama penelitian berlangsung.


 Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi kunci lahirnya inovasi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan berkelanjutan.


"Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kesempatan yang diberikan selama pelaksanaan penelitian. Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri sangat penting dalam menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan untuk rehabilitasi lahan, pengembangan pertanian berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat," tuturnya.


Direktur Politeknik Negeri Tanah Laut, Dr. Ir. Meldayanoor, S.Hut., M.S, yang turut hadir sebagai penguji luar komisi, memberikan apresiasi atas keberhasilan tersebut.


Menurutnya, capaian Dr. Anton Kuswoyo menjadi bukti bahwa dosen Politala mampu menghasilkan penelitian yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, sekaligus memiliki daya saing di tingkat nasional hingga internasional.


"Penelitian ini tidak hanya memiliki kontribusi ilmiah yang kuat, tetapi juga menawarkan solusi nyata bagi rehabilitasi lahan pascatambang batubara serta pengembangan sorgum sebagai sumber pangan dan pakan. Kami berharap hasil riset ini terus berkembang menjadi inovasi terapan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, dunia industri, dan pembangunan Kalimantan Selatan," ujarnya.


Ia menegaskan, Politala akan terus mendorong budaya riset yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata masyarakat melalui kolaborasi dengan dunia usaha dan industri, serta memperkuat hilirisasi hasil penelitian agar memberikan dampak yang lebih besar bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (nanang)


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama