SOALKALSEL.COM, BANJARMASIN - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong penguatan konsumsi serta promosi produk olahan ikan khas Banjar melalui Program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan).
Komitmen tersebut ditegaskan dalam rangkaian Promosi Kuliner Ikan Khas Daerah di Anjungan Kalimantan Selatan TMII, Jakarta.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono, menyampaikan bahwa Program Gemarikan tidak sekadar mengajak masyarakat gemar mengonsumsi ikan, tetapi juga mengusung pendekatan yang komprehensif.
“Program Gemarikan berfokus pada edukasi, peningkatan aksesibilitas agar ikan mudah diperoleh dengan harga terjangkau, diversifikasi olahan, hingga pencegahan stunting. Kami ingin memastikan ikan menjadi bagian dari konsumsi harian masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang kaya akan Omega 3, penting untuk kesehatan jantung, fungsi otak, serta tumbuh kembang anak.
“Ikan sangat baik dikonsumsi secara rutin karena berperan besar dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pencegahan stunting,” tambahnya.
Konsumsi Ikan Kalsel Lampaui Nasional
Secara data, konsumsi ikan di Kalimantan Selatan menunjukkan tren positif. Pada 2024, angka konsumsi ikan tercatat sebesar 35,85 kilogram per kapita per tahun dan meningkat menjadi 37,72 kilogram per kapita per tahun. Angka ini melampaui rata-rata konsumsi ikan nasional tahun 2025 yang berada di angka 26,08 kilogram per kapita per tahun.
Capaian tersebut dinilai sebagai indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber gizi utama.
Dorong UMKM dan Angkat Identitas Banjar
Tak hanya berdampak pada kesehatan, Program Gemarikan juga menggerakkan perekonomian daerah. Peningkatan konsumsi ikan turut mendorong pertumbuhan UMKM pengolahan berbahan dasar ikan, mulai dari produk kemasan hingga masakan khas Banjar.
Beragam sajian unggulan ditampilkan dalam promosi tersebut, seperti Ipau Ikan Patin, Paliat Ikan Patin, Paliat Udang, Nasi Kebuli Abon Haruan, Haruan Sanga Baharu Khas Balimau, Katupat Kandangan Iwak Haruan, Papuyu Goreng, Udang Goreng, Pundut Nasi, Pakasam, hingga Kue Bangkit Haruan.
“Kuliner ikan khas Banjar memiliki cita rasa kuat, kaya rempah, dan unik. Inilah identitas daerah yang ingin kita angkat agar semakin dikenal dan diminati masyarakat luas,” tegas Rusdi.
Melalui promosi di Anjungan Kalimantan Selatan TMII, DKP Kalsel berharap kuliner ikan khas daerah semakin dikenal, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga hingga mancanegara.
“Ini bukan sekadar tentang makanan, tetapi tentang identitas, budaya, dan kebanggaan daerah,” pungkasnya. (MC Kalsel)

Posting Komentar