SOALKALSEL.COM, KALSEL - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan terus mematangkan kesiapan Tugu 0 Kilometer sebelum diresmikan dan dioperasionalkan secara resmi.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Ryan Tirta Nugraha, menyampaikan bahwa saat ini Tugu 0 KM masih dalam tahap pemeliharaan dan penyempurnaan akhir.
“Untuk Tugu 0 KM, saat ini masih tahap pemeliharaan dan perbaikan serta pengaturan atau setting untuk sistem pencahayaannya (lighting),” ujarnya.
Penyempurnaan Teknis dan Perbaikan Fasilitas
Ryan menjelaskan, proses pemeliharaan bersifat teknis, termasuk penyesuaian sistem penerangan agar tampilan tugu lebih optimal, terutama pada malam hari. Selain itu, dilakukan pula perbaikan terhadap sejumlah fasilitas pendukung.
“Kemarin ada perbaikan pada water tank karena sempat terjadi pencurian besi. Itu sudah langsung kami ganti dan perbaiki. Tidak ada perbedaan dengan spesifikasi sebelumnya, tetap sama dengan penyedia,” jelasnya.
Menurutnya, proses pemeliharaan tidak memerlukan waktu lama karena hanya berupa penyetelan dan perbaikan ringan. Pihaknya sempat menargetkan penyelesaian sebelum Ramadan, namun terdapat kendala teknis pada instalasi listrik.
“Awalnya kami harapkan sebelum puasa sudah selesai, tetapi ada sedikit kendala pada kelistrikan. Mudah-mudahan sebelum hari raya sudah bisa rampung,” tuturnya.
Skema Pengelolaan Masih Dimatangkan
Setelah seluruh tahapan pemeliharaan selesai, Tugu 0 KM akan diserahkan kembali kepada Biro Umum Setda Provinsi Kalimantan Selatan sebagai pengguna (user).
Adapun peresmian menjadi kewenangan Biro Umum.
“Setelah selesai, akan kami serahkan kembali kepada Biro Umum. Untuk peresmian dan hal-hal lainnya menjadi ranah Biro Umum. Kami di teknis tidak menentukan itu,” tegas Ryan.
Terkait operasional ke depan, skema pengelolaan masih menunggu arahan pimpinan. Opsi pengelolaan dapat dilakukan oleh pihak ketiga, BUMD, maupun langsung oleh Pemerintah Provinsi Kalsel.
Ryan menekankan pentingnya perencanaan pengelolaan yang matang agar ikon baru tersebut dapat terjaga dengan baik.
“Pengelolaan ini penting untuk dimatangkan. Kalau dibuka tanpa pengelolaan yang jelas, akan berat dalam hal pemeliharaan dan operasional, termasuk penjagaan dan perawatan fasilitas,” pungkasnya.
Dengan rampungnya tahap penyempurnaan ini, Tugu 0 Kilometer diharapkan segera diresmikan dan menjadi salah satu ikon kebanggaan baru masyarakat Kalimantan Selatan.

Posting Komentar