Kejar Target 8 Persen, Bappeda Kalsel Perkuat Strategi dan Evaluasi Tim Percepatan Ekonomi

 


SOALKALSEL.COM, BANJARBARU -
Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan
tancap gas mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen.


Komitmen itu ditegaskan melalui Rapat Pemantauan Pertumbuhan Ekonomi dan Review SK Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Ismet Bappeda Kalsel, Selasa (24/2/2026).


Rapat ini merupakan tindak lanjut surat edaran Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia terkait pembentukan Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah. Pemerintah daerah diminta menyiapkan langkah strategis agar pertumbuhan ekonomi dapat meningkat secara bertahap hingga menyentuh angka 8 persen.


Kepala Bappeda Kalsel, Suprapti Tri Astuti, melalui Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Theodorik Rizal Manik, menegaskan percepatan pertumbuhan ekonomi menjadi prioritas utama dalam beberapa tahun ke depan.


“Dalam surat edaran tersebut, pemerintah daerah diwajibkan membentuk tim percepatan pertumbuhan ekonomi daerah 8 persen, dengan harapan pada 2029 kita sudah dapat mencapai angka tersebut,” ujarnya.


Tak hanya membentuk tim, pemerintah daerah juga diwajibkan melaporkan perkembangan pertumbuhan ekonomi setiap bulan melalui Web Kendali Ekonomi Daerah yang diteruskan ke Pusat Kinerja (Pusker) Kemendagri.


“Kewajiban pelaporan ini sudah rutin kita laksanakan sejak September tahun lalu sebagai bentuk komitmen dan konsistensi daerah dalam mengawal target pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.


Evaluasi dan Penguatan Strategi


Memasuki tahun anggaran baru, rapat tersebut juga menjadi momentum evaluasi struktur dan efektivitas tim percepatan yang telah dibentuk sebelumnya. Bappeda melakukan peninjauan ulang komposisi tim agar tetap relevan dengan tantangan pembangunan terkini.


“Kita melakukan review terhadap tim yang ada, apakah masih relevan atau perlu penguatan. Kita juga mendiskusikan berbagai masukan untuk meningkatkan upaya pencapaian target 8 persen ini,” jelasnya.

Sejumlah strategi pun dibahas, mulai dari pemantauan perkembangan APBD, percepatan proyek-proyek strategis daerah, penguatan sektor hilirisasi, hingga peningkatan produktivitas. Seluruhnya diselaraskan dengan arah kebijakan rencana kerja pemerintah yang menitikberatkan pada akselerasi pertumbuhan ekonomi.


Target Bertahap hingga 2030


Secara proyeksi, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada 2026 ditargetkan berada di kisaran 5,8 persen. Angka tersebut diharapkan meningkat menjadi sekitar 6,5 persen pada 2027, dan terus naik secara bertahap hingga mencapai 8,1 persen pada akhir 2030.


Melalui langkah koordinatif, evaluatif, dan penguatan lintas sektor ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis target pertumbuhan ekonomi yang ambisius namun terukur dapat tercapai, sekaligus memperkuat daya saing dan kesejahteraan masyarakat daerah.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama