SOALKALSEL.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mempersiapkan rangkaian perayaan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin sebagai momentum besar yang diharapkan membawa perubahan nyata bagi kota dan masyarakat.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menegaskan bahwa perayaan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi penggerak kolaborasi dan pembangunan kota.
“Kita ingin memastikan bahwa peringatan setengah milenium kota ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya saat rapat koordinasi sekaligus peluncuran logo 500 tahun Banjarmasin di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan akan digelar sepanjang tahun agar dampaknya benar-benar dirasakan warga.
“Kami tidak ingin ini hanya seremoni, tetapi masyarakat merasakan manfaatnya selama satu tahun penuh,” tegasnya.
Peluncuran logo dilakukan lebih awal agar seluruh agenda dapat dimulai sejak April dan berlanjut hingga puncak perayaan pada September 2026.
Dalam rapat yang melibatkan jajaran pemerintah daerah, perbankan, komunitas, dan pelaku usaha, ditekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyukseskan perayaan tersebut.
“Keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci untuk memperkuat identitas sekaligus mendorong kemajuan kota,” tambahnya.
Yamin juga menjelaskan bahwa pemerintah tidak menggelar lomba desain logo, melainkan memilih melalui pembahasan bersama guna mempercepat pelaksanaan rangkaian kegiatan.
“Logo ini merupakan hasil kesepakatan bersama agar bisa segera digunakan secara luas,” jelasnya.
Momentum 500 tahun ini juga dimanfaatkan sebagai refleksi untuk menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan, khususnya pengelolaan lingkungan.
“Di usia 500 tahun, Banjarmasin harus semakin menegaskan jati dirinya sebagai kota sungai yang tetap menjaga lingkungan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kemajuan kota harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kebersihan sungai dan pengelolaan sampah.
“Kemajuan tidak boleh meninggalkan lingkungan. Justru ini saatnya kita memperkuat komitmen menjaga sungai dan kebersihan kota,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana, menyebutkan bahwa hingga saat ini telah tercatat sekitar 382 kegiatan yang akan memeriahkan perayaan tersebut.
“Belum termasuk program dari puskesmas, kelurahan, maupun sektor swasta,” katanya.
Pemko Banjarmasin bahkan menargetkan sedikitnya 500 kegiatan agar seluruh lapisan masyarakat dapat terlibat.
“Kami ingin masyarakat ikut ambil bagian, bukan hanya menjadi penonton. Ini milik bersama,” ujarnya.
Rangkaian perayaan dijadwalkan berlangsung dari April hingga Desember 2026, dengan puncak acara pada peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dengan memasang logo 500 tahun di rumah maupun tempat usaha sebagai simbol kebersamaan.
Selain itu, perayaan ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah dengan mendorong keterlibatan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, branding bisnis, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan.
Meski demikian, Pemko Banjarmasin tetap mewaspadai sejumlah tantangan, seperti rendahnya partisipasi masyarakat hingga kegiatan yang tidak berdampak nyata.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah menyiapkan langkah strategis, mulai dari memperbanyak event berbasis komunitas, mendorong pencapaian rekor nasional, hingga mempercepat penyelesaian proyek strategis yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Posting Komentar