SOALKALSEL.COM, BANJARMASIN – Upaya memperkuat peran keluarga sebagai basis pembangunan sosial terus didorong melalui peningkatan kapasitas kader di tingkat akar rumput. Salah satunya diwujudkan lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) Dasawisma yang diikuti 100 peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Senin (4/5/2026).
Kegiatan yang digelar Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel ini menitikberatkan pada penguatan peran kader dasawisma agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ketua TP PKK Kalsel, Hj Fathul Jannah Muhidin, menegaskan bahwa dasawisma memiliki posisi strategis karena menjadi simpul terdekat dengan keluarga.
“Dengan struktur hingga tingkat rukun tetangga, kader mampu menjangkau persoalan riil yang dihadapi masyarakat sehari-hari,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap 10 Program Pokok PKK sebagai landasan utama gerakan. Menurutnya, program tersebut tidak hanya bersifat konseptual, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang relevan dengan kondisi di lapangan.
Dalam konteks saat ini, peran dasawisma diarahkan lebih adaptif, termasuk dalam penanganan stunting, edukasi pola asuh anak, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, hingga mendorong ekonomi produktif keluarga.
“Dasawisma bukan hanya pelaksana program, tetapi juga penggerak perubahan di lingkungan terkecil, yaitu keluarga,” tegasnya.
Selain itu, kader didorong untuk menghadirkan inovasi, khususnya dalam menjangkau wilayah terpencil agar intervensi program lebih merata dan tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Rita Mahanani, menjelaskan bahwa bimtek ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kader, baik dari sisi pemahaman program maupun keterampilan teknis di lapangan.
Materi yang diberikan meliputi peningkatan kapasitas kader, pengelolaan data dasawisma, penguatan kelompok PKK di tingkat lingkungan, hingga kemampuan komunikasi publik.
“Melalui kegiatan ini, kader diharapkan tidak hanya memahami peran administratif, tetapi juga mampu menjadi fasilitator dan motivator di tengah masyarakat,” jelasnya.
Dengan penguatan tersebut, dasawisma diharapkan semakin efektif dalam menggerakkan partisipasi warga serta mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

Posting Komentar