RSUD Ulin Gelar FGD Lintas Sektor, Perkuat Arah Pengembangan Layanan Kesehatan Kalsel

 


SOALKALSEL.COM, BANJARMASIN – RSUD Ulin Banjarmasin menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama sejumlah perangkat daerah di Gedung Tower Lantai 8, Selasa (5/5/2026).


Forum ini menjadi ruang koordinasi lintas sektor dalam memperkuat pembangunan layanan kesehatan di Kalimantan Selatan.


FGD dihadiri Tenaga Ahli Gubernur, Dinas Kesehatan Kalsel, Bappeda, Biro Administrasi Pembangunan, Biro Hukum, serta jajaran direksi rumah sakit milik pemerintah provinsi, di antaranya RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh, RSJ Sambang Lihum, dan RSGM Gusti Hasan Aman.


Direktur RSUD Ulin, Among Wibowo, menyampaikan bahwa FGD ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus diskusi strategis antara rumah sakit dan pemerintah daerah. Fokus utamanya adalah menyatukan persepsi serta memperkuat koordinasi dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan.


“Melalui forum ini, kita menyatukan persepsi, memaparkan layanan unggulan masing-masing rumah sakit, serta mendiskusikan arah pengembangan ke depan,” ujarnya.


Dalam pemaparannya, Among menegaskan komitmen RSUD Ulin dalam mendukung visi pembangunan daerah, khususnya melalui penguatan sumber daya manusia dan pengembangan layanan unggulan. Salah satu program prioritas yang tengah didorong adalah pembangunan Pusat Jantung Terpadu (PJT) sebagai rujukan utama di wilayah Kalimantan.


RSUD Ulin juga memaparkan rencana strategis hingga 2030 yang mencakup peningkatan mutu layanan melalui akreditasi, penguatan peran sebagai rumah sakit rujukan regional, serta peningkatan sarana dan prasarana.


Saat ini, RSUD Ulin memiliki sembilan layanan prioritas, meliputi kesehatan ibu dan anak (KIA), kanker, jantung, stroke, uronefrologi, diabetes melitus, tuberkulosis, infeksi, dan gastroenterologi. Dari layanan tersebut, lima di antaranya ditetapkan sebagai unggulan utama, yakni KIA, kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.


Pengembangan layanan jantung terpadu menjadi fokus utama. Proyek ini telah dirintis sejak 2017 dan terus berproses melalui berbagai tahapan, termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) hingga revisi pada 2025.


Fasilitas yang dirancang akan mengusung standar internasional dengan dukungan teknologi modern seperti cath lab serta ruang perawatan beragam kelas. Kehadiran pusat layanan ini diharapkan mampu menekan rujukan pasien ke luar daerah bahkan ke luar negeri.


Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang masih dihadapi, di antaranya penentuan lokasi pembangunan, kebutuhan anggaran yang besar, serta penyelesaian revisi dokumen analisis dampak lalu lintas (andalalin).


Dari sisi sumber daya manusia, kesiapan dinilai cukup baik dengan adanya dokter spesialis jantung yang kompeten, termasuk yang sedang menjalani pelatihan di luar negeri.


Melalui FGD ini, RSUD Ulin berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kalimantan Selatan.


“Kami mengharapkan masukan dan arahan dari semua pihak agar pengembangan layanan kesehatan, khususnya di RSUD Ulin, dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” tutup dr. Among.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama