BANJARBARU, SOALKALSEL.COM— Aksi kemanusiaan kembali digelar di Kota Banjarbaru. Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru berkolaborasi dengan PT Arutmin Indonesia mengadakan bakti sosial donor darah dengan target mengumpulkan 200 kantong darah pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di halaman Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, dan terbuka bagi masyarakat umum yang ingin berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan.
Tak hanya mengajak masyarakat untuk mendonorkan darah, panitia juga menyiapkan 200 paket sembako bagi para pendonor. Paket tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian dan kesediaan masyarakat untuk berbagi demi membantu sesama.
Target pengumpulan 200 kantong darah diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang memerlukan transfusi. Ketersediaan darah yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis segera.
Kolaborasi KSR-PMI ULM Banjarbaru dengan PT Arutmin Indonesia juga menjadi wujud sinergi antara mahasiswa dan dunia usaha dalam mendukung kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor darah diharapkan semakin meningkat. Sebab, setetes darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan bagi mereka yang tengah berjuang untuk pulih dari kondisi kesehatan yang dialami.
Selain membantu pemenuhan stok darah, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menumbuhkan solidaritas, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong di tengah masyarakat.
KSR-PMI ULM Banjarbaru pun mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam kegiatan donor darah tersebut. Partisipasi masyarakat sangat diharapkan agar target 200 kantong darah dapat tercapai dan semakin banyak orang yang terbantu melalui aksi kemanusiaan ini.
Dengan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama, kegiatan donor darah ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda bakti sosial, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat untuk menjadikan aksi kemanusiaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
(shalokalindonesia.com)

Posting Komentar