SOALKALSEL.COM, KALSEL - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perdagangan terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan rutin harga bahan pokok serta pelaksanaan gerakan pasar murah di berbagai wilayah.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Ahmad Bagiawan mengatakan pihaknya memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya dari sisi perdagangan dalam negeri.
“Pada dasarnya kami dari Dinas Perdagangan dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di bidang perdagangan dalam negeri, terus melakukan berbagai upaya. Selain memantau harga bahan pokok, kami juga memiliki inisiasi untuk menekan inflasi melalui gerakan pasar murah,” ujar Ahmad Bagiawan di Banjarbaru, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun ini pemerintah daerah awalnya merencanakan pelaksanaan pasar murah di 14 titik yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan serta satu titik yang menyasar kelompok profesi tertentu.
Namun dalam perkembangannya, program tersebut juga mengakomodasi kegiatan yang diinisiasi oleh sejumlah organisasi dan instansi vertikal sehingga jumlah pelaksanaannya bertambah.
“Pasar murah yang ada tahun ini awalnya direncanakan di 14 titik. Namun dalam pelaksanaannya kami juga mengakomodir beberapa organisasi dan instansi vertikal, sehingga totalnya menjadi 18 kegiatan gerakan pasar murah yang akan dilaksanakan,” jelasnya.
Menurut Ahmad Bagiawan, kegiatan pasar murah menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menekan potensi kenaikan harga di pasaran.
“Gerakan pasar murah ini adalah salah satu upaya untuk menekan kenaikan harga bahan pokok, sehingga masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih stabil,” tambahnya.
Selain program pasar murah, Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan juga tengah menyiapkan inovasi baru berupa “Toling” atau toko keliling yang akan digunakan untuk mendistribusikan bahan pokok ke berbagai wilayah.
Konsep toko keliling ini berupa armada kendaraan yang membawa berbagai kebutuhan pokok dan dapat bergerak ke lokasi-lokasi yang membutuhkan, terutama ketika terjadi lonjakan harga atau keterbatasan pasokan.
“Kami juga memiliki inisiasi yang sudah kami sampaikan dalam rapat perencanaan pembangunan daerah di Bappeda, yaitu menghadirkan ‘Toling’ atau toko keliling. Armada ini nantinya akan membawa bahan-bahan pokok dan bisa bergerak ke mana saja, terutama ketika ada masyarakat yang membutuhkan atau ketika terjadi kenaikan harga yang tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, armada yang direncanakan merupakan kendaraan besar yang didesain khusus sehingga dapat berfungsi seperti toko berjalan.
“Toling ini semacam mobil besar, mungkin roda enam, yang bagian sampingnya bisa dibuka menjadi atap dan di dalamnya menjadi meja untuk menggelar bahan pokok. Jadi bisa langsung melayani masyarakat di mana saja,” jelasnya.
Ahmad Bagiawan berharap inovasi tersebut dapat segera diwujudkan sebagai solusi distribusi bahan pokok yang lebih fleksibel di Kalimantan Selatan.
Ia juga mengharapkan dukungan berbagai pihak, termasuk media, untuk membantu menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat.
“Kami berharap inovasi toko keliling ini dapat segera terwujud dan membantu masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok dengan lebih mudah,” pungkasnya.

Posting Komentar